Kegiatan berkebun merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis alam yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal proses pertumbuhan tanaman secara langsung. Melalui kegiatan ini, anak belajar bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian, perawatan, dan waktu untuk dapat tumbuh dengan baik.
Pengalaman tersebut membantu anak memahami nilai tanggung jawab, kesabaran, kerja keras, dan rasa syukur atas anugerah Tuhan berupa alam yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup manusia.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dilibatkan secara aktif mulai dari menyiapkan media tanam, mengenal jenis-jenis tanah, memilih benih, menanam, menyiram, membersihkan gulma, hingga mengamati pertumbuhan tanaman setiap hari. Guru mengenalkan berbagai tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat Papua, seperti sayur-sayuran, cabai, tomat, ubi, singkong, pisang, pepaya, keladi, sagu, tanaman obat keluarga, maupun tanaman hias yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, guru mengajak peserta didik mengamati perubahan yang terjadi pada tanaman, seperti munculnya akar, batang, daun, bunga, dan buah. Anak juga belajar mengenal fungsi air, cahaya matahari, tanah, dan udara bagi kehidupan tumbuhan. Melalui proses tersebut berkembang kemampuan mengamati, bertanya, membandingkan, menyimpulkan, serta memahami hubungan sebab-akibat secara sederhana.
Selain mengembangkan kemampuan kognitif, kegiatan berkebun juga melatih motorik halus dan motorik kasar, meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta membangun kebiasaan bekerja sama dengan teman. Anak belajar bahwa hasil yang baik diperoleh melalui usaha, ketekunan, dan kerja sama. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.
