Cerita Alkitab merupakan salah satu sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai iman dan karakter Kristiani kepada peserta didik. Anak usia dini lebih mudah memahami nilai-nilai kehidupan melalui cerita yang menarik, sederhana, dan dekat dengan pengalaman mereka.
Oleh karena itu, guru secara rutin menyampaikan berbagai kisah Alkitab yang mengandung pesan moral dan spiritual sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Cerita-cerita yang disampaikan meliputi kisah penciptaan dunia, Nuh dan bahtera, Abraham, Yusuf, Musa, Daud, Daniel, Ester, kelahiran Tuhan Yesus, mukjizat-mukjizat Yesus, kasih Tuhan Yesus kepada anak-anak, perumpamaan-perumpamaan, serta berbagai tokoh Alkitab lainnya yang memberikan teladan hidup.
Dalam penyampaiannya, guru menggunakan berbagai metode yang menarik seperti bercerita dengan gambar, boneka tangan, buku bergambar, drama sederhana, video edukatif, lagu, permainan, maupun media kreatif lainnya sehingga anak dapat mengikuti cerita dengan penuh antusias. Setelah cerita selesai, guru mengajak peserta didik berdiskusi mengenai pesan yang terkandung dalam cerita tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengenai kasih, kejujuran, ketaatan kepada Tuhan, keberanian, kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Cerita Alkitab juga membantu membangun dasar iman yang kuat sehingga anak mengenal Tuhan sejak usia dini dan memiliki keinginan untuk hidup sesuai dengan firman-Nya.
